BEES

Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah spesies lebah penghasil madu dengan biodiversitas yang tinggi. Berbagai peneliti mendiskripsikan setidaknya ada 7 jenis lebah madu (honey bees) dan lebih dari 40 jenis lebah tanpa sengat (stingless bees).

Lebah madu terdiri dua jenis kelompok yaitu lebah madu yang hanya hidup di alam (tidak bisa dibudidayakan dengan kotak) dan lebah yang dapat dibudidayakan. Jenis yang pertama terdiri dari lebah madu dengan ukuran terbesar atau disebut giant honey bee atau sering disebut lebah hutan yaitu Apis dorsata dan lebah madu dengan ukuran kecil atau kerdil atau disebut dengan dwarf honey bee yaitu Apis andreniformis dan belakangan yang lama tidak ditemukan tapi kini muncul lagi adalah Apis florea. Sedangkan kelompok lebah madu yang dapat dibudidayakan adalah jenis introduksi Apis mellifera (lebah madu Eropa) dan jenis lokal yang terdiri dari Apis cerana, Apis koschevnikovi, Apis nigrocincta, Apis nuluensis.

Lebah tanpa sengat atau kelulut (melayu) atau klanceng (jawa) atau galo-galo (minang), atau linot (Aceh), ketape (Sulawesi), kele (Bali), teran (Belitung). Jenis lebah ini semula tidak pernah diperhitungkan, namun kini menjadi salah satu tren di masyarakat. Selain lebih mudah dibudidayakan juga tidak ada resiko sengat. Meskipun hasil madunya tidak sebanyak lebah madu, namun dar sisi harga, bolehlah. Jenis-jenis yang populer dikenal dalam budi daya lebah ini antara lain genus Tetragonula dengan berbagai spesies antara lain T. laeviceps, T. fuscobalteata, T. drescheri, Tetragonula sapiens, jenis yang populer lainnya seperti Geniotrigona thoracica, Lepidotrigona terminata, Heterotrigona itama, Wallacetrigona incisa, Lophotrigona canifrons, Tetrigona apicalis, Tetrigonilla collina.

Advertisement
%d bloggers like this: