Kaliandra

 

Jepretan Layar 2018-08-18 pada 16.03.15

Jika anda melintas perbukitan, dan melihat ada hamparan tanaman hijau di lereng-lereng bukit seperti di atas, pastikan bahwa itu adalah tanaman kaliandra merah atau dikenal dengan Calliandra calothyrsus si manis penghasil madu. Madunya yang kuning kehijauan atau coklat kekuningan (lebih tepat kuning kecoklatan), seringkali kita lihat madunya ada gumpalan awan putih kekuningan melayang di dalamnya.

Berbunga terus menerus karena malainya bertumpuk rumpun bunga dengan usia yang bebeda. Tiap hari silih berganti berbunga.  Siang menjelang sore, rumpun bunga paling bawah mulai merekah, lanjuta sore sudah keluar malainya dan secara bertahap keluar nektarnya.  Malam hari terus produksi nektar hingga di pagi hari sudah ranum teronggok.  Jikalau ada lebah dan ketika mentari menghamparkan karpet emasnya, segera lebah “paburisat” menyedot dan perutnya mengembung berisi madu.  Pulang pergi madu akan dihisap lebah.  Madu yang tidak terhisap, karena goyangan angin, nektar berjatuhan ke lantai tanah.  Lewat waktu dluha, seiring dengan intensitas terik mentari (tergantung tempat), malai secara bertahap akan layu.   Dan ketika terik sudahbenar-benar layu.  Giliran lebah akan mencari sumber pakan lain.  Jikalau di lereng bukit ada bunga pahitan, dan lebah menyambanginya untuk dibawa pulang ke sarang, madu ada rasa pahitnya.  Kalau kaliandra “doang” rasanya manis, ada ekor yang agak getar.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: